Alam yang diciptakan oleh yang maha kuasa diperuntukkan kepada seluruh umat manusia untuk keperluan mereka sehari-hari. Alam yang sangat luas dan sangat banyak manfaatnya ini jangan pernah di hancurkan atau dimusnakan, apalagi hanya untuk kepentingan pribadi. Banyak hal yang kita dapat dari alam, seperti hal Flora dan fauna endemik yang harus kita jaga dan kita lestarikan.
Masyarakat suku Lauje yang tinggal di daerah pegunungan sojol merupakan masyarakat yang mampu menjaga kelestarian lingkungan, meskipun mereka tinggal di sana dan membuka lahan tetapi mereka tahu betul tentang kerusakan alam. Lahan yang mereka buka hanyalah kebun yang hanya untuk kebutuhan mereka sehari-hari, tanaman yang mereka tanaman adalah Jagung, Bete (Talas), dan Ubi Kayu. untuk mata pencaharian mereka ialah mencari rotan yang ada di kawasan pegunungan sojol yang mereka jual ke pasar.
Masyarakat Suku lauje yang tinggal di kawasan pegunungan sojol, mayoritas beragama kristen, ini di tandai dengan adanya sebuah gereja yang berada di kawasan tersebut (Ansibong). Gereja tersebut dibangun sekitar Tahun 2007. Masuknya agama Kristen dibawah oleh orang-orang kanada yang melakukan penyebaran agama kristen, masuknya sekitar Tahun 1959 jadi, sudah sekitar 50 Tahun masyarakat yang tinggal di kawasan Pegunungan Sojol dalam hal ini Dusun Ansibong.
Dusun Ansibong merupakan komunitas masyarakat suku Lauje yang banyak penduduknya. Masyarakat yang ada tersebut tingkat pendidikan mereka masih terbilang minim, walaupun sudah ada yang mengikuti pendidikan, dalam hal ini pendidikan sekolah luar biasa (SLB), yang hanya mereka ikuti sekitar 6 Bulan di Tomini. Mereka yang mengikuti pendidikan sekitar beberapa orang saja. Kehidupan sosial masyarakat yang masih sangat kental dalam hal ini dibuktikan mereka masih menjaga atau memegang erat kekeluargaan hal ini mereka pertahankan sampai sekarang.
Dalam hal pendidikan tersebut seharusnya di pandang perlu oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan pendidikan, karena sudah jelas dalam UUD 1945. Kita sebagai warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak karena denga begitu tingkat pendidikan di Indonesia bisa meningkat.
Masyarakat suku Lauje yang tinggal di daerah pegunungan sojol merupakan masyarakat yang mampu menjaga kelestarian lingkungan, meskipun mereka tinggal di sana dan membuka lahan tetapi mereka tahu betul tentang kerusakan alam. Lahan yang mereka buka hanyalah kebun yang hanya untuk kebutuhan mereka sehari-hari, tanaman yang mereka tanaman adalah Jagung, Bete (Talas), dan Ubi Kayu. untuk mata pencaharian mereka ialah mencari rotan yang ada di kawasan pegunungan sojol yang mereka jual ke pasar.
Masyarakat Suku lauje yang tinggal di kawasan pegunungan sojol, mayoritas beragama kristen, ini di tandai dengan adanya sebuah gereja yang berada di kawasan tersebut (Ansibong). Gereja tersebut dibangun sekitar Tahun 2007. Masuknya agama Kristen dibawah oleh orang-orang kanada yang melakukan penyebaran agama kristen, masuknya sekitar Tahun 1959 jadi, sudah sekitar 50 Tahun masyarakat yang tinggal di kawasan Pegunungan Sojol dalam hal ini Dusun Ansibong.
Dusun Ansibong merupakan komunitas masyarakat suku Lauje yang banyak penduduknya. Masyarakat yang ada tersebut tingkat pendidikan mereka masih terbilang minim, walaupun sudah ada yang mengikuti pendidikan, dalam hal ini pendidikan sekolah luar biasa (SLB), yang hanya mereka ikuti sekitar 6 Bulan di Tomini. Mereka yang mengikuti pendidikan sekitar beberapa orang saja. Kehidupan sosial masyarakat yang masih sangat kental dalam hal ini dibuktikan mereka masih menjaga atau memegang erat kekeluargaan hal ini mereka pertahankan sampai sekarang.
Dalam hal pendidikan tersebut seharusnya di pandang perlu oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan pendidikan, karena sudah jelas dalam UUD 1945. Kita sebagai warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak karena denga begitu tingkat pendidikan di Indonesia bisa meningkat.